Keanekaragaman Tumbuhan Di Hutan Kota Cipayung Sebagai Elemen Kunci Ekosistem Kota
DOI:
https://doi.org/10.30631/edu-bio.v7i2.80Keywords:
Diversity, Plant, VegetationAbstract
Analisis vegetasi adalah suatu cara mempelajari susunan dan atau komposisi vegetasi secara bentuk vegetasi dari tumbuh-tumbuhan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi vegetasi yang ada pada kawasan hutan Kota Cipayung Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode line transek dengan ukuran setiap plot memiliki perbedaan yaitu tingkat pohon (20×20) tiang (10×10), pancang (5×5), semai (2×2) dan jumlah plot yang dibuat sebanyak 2 plot. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kuantitatif. Diperoleh 4 spesies yang memiliki angka penting tertinggi. Indeks nilai penting (INP) sebesar 0,59 dan nilai INP terendah adalah pohon nangka 0,26%, pohon mahoni INP 0,54%; dan nilai INP terendah adalah pohon Ecaliptus. Tingkat tiang plot 1 ditemukan sebanyak 5 jenis dengan jumlah pohon salam 10 individu, pohon nyamplung 7 individu, pohon mahoni 9 individu, pohon randu 4 individu, dan pohon nangka 6 individu. Pohon salam sebagai tumbuhan yang paling dominan dengan Indeks nilai penting 0,59 dan nilai INP terendah adalah jenis pohon nangka sebesar 0,075%, pohon mahoni dengan INP 0,43%; dan nilai INP terendah adalah pohon nangka 0,075%. Vegetasi tumbuhan yang ada di Hutan Kota Cipayung memiliki komposisi jenis yang tidak jauh berbeda dan menunjukkan bahwa vegetasi tumbuhan di Hutan ini cukup baik.



.png)


